Kembali ke semua artikel

/ Teknologi Kesehatan

Arsitektur Interoperabilitas SIMRS dan PACS Faskes

Panduan arsitektur interoperabilitas kesehatan menghubungkan modality radiologi, PACS, dan SIMRS dengan standar terbuka DICOM dan HL7 FHIR.

Satu Pintu Digital Catatan praktis untuk keputusan digital yang lebih terukur.
Oleh Satu Pintu Digital Diperbarui 8 Oktober 2026 8 menit baca
Arsitektur Interoperabilitas SIMRS dan PACS Faskes
Teknologi Kesehatan catatan digital Satu Pintu Digital

Jawaban singkat

Yang perlu dipahami sebelum membaca lebih jauh

  • Arsitektur interoperabilitas kesehatan menghubungkan mesin radiologi (modality), PACS, dan SIMRS melalui standar terbuka DICOM untuk data citra dan HL7/FHIR untuk data administratif pasien.
  • Penerapan gateway terstandarisasi memungkinkan pertukaran data dua arah secara otomatis: pengiriman daftar kerja pasien via Modality Worklist (MWL) dan sinkronisasi hasil bacaan ekspertise langsung ke rekam medis.

Arsitektur interoperabilitas sistem informasi kesehatan adalah rancangan teknis menyeluruh yang memungkinkan perangkat pencitraan medis (modality), repositori citra (PACS), sistem operasional radiologi (RIS), dan sistem manajemen rumah sakit (SIMRS) saling berkomunikasi tanpa hambatan format atau protokol tertutup.

Tanpa cetak biru arsitektur yang terstandarisasi, rumah sakit sering terjebak dalam jaringan tambal-sulam: setiap mesin baru memerlukan bridging manual yang mahal, pembaruan software SIMRS berisiko memutuskan koneksi PACS, dan data pasien tercecer di berbagai database lokal yang tidak sinkron.

Membangun arsitektur berbasis standar internasional (DICOM dan HL7 FHIR) adalah investasi strategis untuk memastikan skalabilitas, efisiensi operasional, dan kepatuhan regulasi jangka panjang.


Pembagian Peran Protokol DICOM vs HL7 FHIR

Lapisan Arsitektur Interoperabilitas Faskes

Arsitektur pertukaran data radiologi dan rekam medis terdiri dari empat lapisan fungsional utama:

flowchart TD
    subgraph Layer1 [1. Lapisan Akuisisi Modalitas]
        M1[X-Ray CR/DR]
        M2[CT-Scan]
        M3[MRI / USG]
    end

    subgraph Layer2 [2. Lapisan Jaringan & Gateway Interoperabilitas]
        GW[Smart DICOM Router / Interface Engine]
    end

    subgraph Layer3 [3. Lapisan Repositori & Diagnostik]
        PACS[Imagestro PACS Cloud & Object Storage]
        RIS[Radiology Information System]
    end

    subgraph Layer4 [4. Lapisan Inti Rumah Sakit & Eksternal]
        SIMRS[SIMRS Core & Rekam Medis Elektronik]
        SATU[Platform SATUSEHAT Kemenkes RI]
    end

    M1 & M2 & M3 <-->|DICOM C-STORE / MWL| GW
    GW <-->|DICOM / REST API| PACS
    GW <-->|HL7 v2 / FHIR / Webhook| RIS
    RIS <-->|Order & Result Sync| SIMRS
    PACS <-->|Embedded Viewer URL| SIMRS
    SIMRS <-->|HL7 FHIR API| SATU

    style GW fill:#0c5791,stroke:#161e5c,color:#fff
    style PACS fill:#eff6ff,stroke:#0284c7,stroke-width:2px
    style SATU fill:#f8fafc,stroke:#64748b,stroke-width:1.5px

1. Lapisan Akuisisi (Modality Layer)

Terdiri dari seluruh instrumen pencitraan medis seperti Computed Radiography (CR), Digital Radiography (DR), Computed Tomography (CT), Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan Ultrasonografi (USG). Mesin-mesin ini berfungsi sebagai Service Class User (SCU) yang meminta daftar kerja pasien (MWL) dan mengirimkan hasil citra digital.

2. Lapisan Gateway & Orkestrasi (Middleware Engine)

Perangkat lunak router cerdas atau interface engine yang mengelola lalu lintas protokol. Gateway ini memetakan kode pesanan dari SIMRS menjadi entri DICOM Modality Worklist, serta memvalidasi nomor rekam medis dan format tag DICOM sebelum file diteruskan ke repositori penyimpanan.

3. Lapisan Repositori Citra (PACS & Storage Layer)

Arsip terpusat yang menyimpan file citra berstandar DICOM secara lossless, mengelola siklus retensi data (data lifecycle management), dan menyediakan rendering web viewer berkinerja tinggi yang siap dipanggil kapan saja.

4. Lapisan Inti Rekam Medis (SIMRS & SATUSEHAT)

Pusat pencatatan klinis yang menampung seluruh resume medis pasien, mendistribusikan hasil pembacaan ekspertise dokter spesialis radiologi, serta mengirimkan laporan agregat atau ImagingStudy ke ekosistem SATUSEHAT Kemenkes RI.


Standar Industri Utama: DICOM vs HL7 / FHIR

Setiap protokol dalam arsitektur memiliki ranah dan fungsi yang spesifik:

Parameter Evaluasi Standar DICOM (PS 3.x) Standar HL7 v2 / HL7 FHIR
Fokus Utama Manajemen dan transmisi citra medis visual Manajemen alur kerja klinis & administratif
Format Payload Biner (Pixel Data + Header Tag Spesifik) Pesan terstruktur (HL7 Pipe / JSON REST API)
Penerapan Kunci C-STORE, C-FIND, DICOM Modality Worklist Patient Admission (ADT), Order Entry (ORM), Result (ORU)
Model Jaringan Protokol TCP/IP berbasis port DICOM khusus RESTful HTTP/HTTPS, Webhooks, Websockets
Kebutuhan Bandwidth Tinggi (berkas per studi 15MB hingga 1GB) Sangat Ringan (payload teks beberapa kilobyte)

Diagram Alur Komunikasi End-to-End

Berikut adalah urutan kronologis pertukaran data saat seorang pasien menjalani pemeriksaan rontgen di fasilitas kesehatan terintegrasi:

sequenceDiagram
    autonumber
    actor Pasien
    participant SIMRS as SIMRS Kasir/Poli
    participant Router as Gateway / DICOM Router
    participant Modality as Mesin X-Ray / CT
    participant PACS as PACS Cloud
    actor Radiolog as Dokter Spesialis Radiologi

    Pasien->>SIMRS: Pendaftaran & Order Pemeriksaan
    SIMRS->>Router: Kirim Data Pasien & Tindakan (HL7/API)
    Router->>Modality: Publikasikan Worklist (DICOM C-FIND MWL)
    Pasien->>Modality: Pasien Masuk Ruang Radiologi
    Modality->>Modality: Radiografer Pilih Nama Pasien (Tanpa Ketik Manual)
    Modality->>PACS: Kirim File Hasil Citra (DICOM C-STORE)
    PACS->>Router: Notifikasi Citra Siap Dibaca
    Radiolog->>PACS: Buka Web Viewer & Buat Laporan Ekspertise
    PACS->>SIMRS: Hasil Ekspertise & URL Viewer Masuk ke RME Pasien
  1. Pemesanan Tindakan: Dokter di poli membuat pesanan pemeriksaan rontgen melalui SIMRS.
  2. Sinkronisasi Worklist Otomatis: SIMRS mengirim pesan ke Gateway, yang secara instan menerbitkannya ke daftar antrean mesin rontgen via DICOM Modality Worklist.
  3. Pemeriksaan Tanpa Input Manual: Radiografer cukup memilih nama pasien di layar konsol mesin, meniadakan risiko salah ketik nomor RM.
  4. Pengiriman Citra ke Cloud: Mesin mengirim citra langsung ke PACS server melalui perintah DICOM C-STORE.
  5. Ekspertise Real-Time: Dokter radiolog membaca citra dari web viewer dan menyusun laporan ekspertise.
  6. Ketersediaan Hasil di Rekam Medis: Laporan teks dan tautan viewer aman otomatis terlampir di rekam medis elektronik pasien di SIMRS.

Lapisan Keamanan Interoperabilitas Faskes

Checklist Implementasi Keamanan dan Jaringan

Untuk memastikan arsitektur interoperabilitas berjalan stabil dan aman dari ancaman siber:

  • Segmentasi Jaringan (VLAN Isolasi): Pisahkan perangkat modalitas radiologi ke dalam subnet VLAN medis tersendiri yang terisolasi dari jaringan Wi-Fi publik pengunjung.
  • Firewall & Whitelist Port: Batasi lalu lintas port DICOM hanya untuk IP Address perangkat medis yang terdaftar secara resmi.
  • Enkripsi Transit Data (TLS/HTTPS): Seluruh komunikasi dari gateway faskes menuju PACS Cloud wajib menggunakan enkripsi TLS 1.3 standar industri perbankan.
  • Manajemen Cadangan (Backup 3-2-1): Terapkan strategi penyimpanan salinan cadangan citra medis untuk mengantisipasi kegagalan perangkat keras lokal atau serangan malware.

Pelajari lebih lanjut mengenai fondasi alur kerja pada artikel integrasi PACS, RIS, dan SIMRS serta panduan teknis menyatukan data rekam medis dengan radiologi.

Untuk merancang arsitektur interoperabilitas radiologi yang tangguh, aman, dan siap pakai bagi fasilitas kesehatan Anda, diskusikan bersama tim teknisi Satu Pintu Digital.

Konsultasi Teknis Radiologi

Butuh Bantuan Integrasi SATUSEHAT & PACS Radiologi?

Konsultasikan arsitektur PACS, smart router DICOM, hingga pemenuhan regulasi SATUSEHAT Kemenkes bersama tim teknis kami.

Istilah penting

Glossary singkat

Interoperabilitas
Kemampuan berbagai sistem informasi, aplikasi, dan perangkat medis untuk saling bertukar data secara akurat dan menggunakan informasi tersebut tanpa intervensi manual.
DICOM MWL
DICOM Modality Worklist — layanan protokol DICOM yang memungkinkan mesin imaging mengunduh jadwal dan detail pasien langsung dari sistem informasi rumah sakit.
HL7 FHIR
Fast Healthcare Interoperability Resources — standar generasi terbaru untuk pertukaran informasi kesehatan secara elektronik menggunakan format JSON dan REST API.
Integration Gateway
Server perantara atau perangkat lunak middleware yang bertugas menerjemahkan protokol, memvalidasi format data, dan merutekan komunikasi antar sistem kesehatan.

Baca sumbernya

Referensi dan dokumentasi

Pertanyaan umum

Yang sering ditanyakan sebelum implementasi

Apa perbedaan fungsi protokol DICOM dan HL7 dalam arsitektur faskes?
Protokol DICOM khusus menangani komunikasi dan format penyimpanan citra medis beresolusi tinggi (X-Ray, CT, MRI, USG) beserta metadata optik alat. Sedangkan protokol HL7 (dan FHIR) menangani pertukaran pesan administratif dan klinis tekstual, seperti pendaftaran pasien, pesanan pemeriksaan dokter, dan laporan ringkasan medis.
Apa keuntungan menggunakan gateway perantara dibandingkan integrasi point-to-point?
Integrasi langsung point-to-point antar mesin sangat rapuh dan sulit dikelola seiring bertambahnya jumlah alat. Gateway terpusat bertindak sebagai middleware yang menyederhanakan konfigurasi Application Entity Title (AET), mengisolasi lalu lintas jaringan modalitas, dan memetakan data secara fleksibel.
Apakah modalitas rontgen lama (konvensional) dapat dihubungkan ke arsitektur ini?
Bisa. Modalitas analog dapat ditingkatkan menggunakan modul Computed Radiography (CR) atau panel Digital Radiography (DR) retrofit yang sudah dilengkapi workstation dengan kemampuan DICOM Storage dan MWL.
Bagaimana arsitektur ini mendukung keamanan siber dan perlindungan data pribadi?
Arsitektur interoperabilitas modern mengimplementasikan segmentasi Virtual LAN (VLAN) untuk memisahkan jaringan mesin radiologi dari akses publik, enkripsi data saat transmisi (TLS), dan mekanisme autentikasi token berbasis OAuth2 untuk integrasi API.

Catatan Redaksi & Penafian: Ditulis secara independen oleh tim teknis Satu Pintu Digital untuk edukasi arsitektur sistem dan alur kerja TI fasilitas kesehatan, bukan sebagai advis medis atau pertimbangan diagnostik klinis dokter.

Satu Pintu Digital mengembangkan Imagestro-PACS. Seluruh merek dagang mencakup SATUSEHAT® (Kemenkes RI), DICOM® (NEMA), dan WhatsApp® (Meta Platforms) adalah hak milik masing-masing pemegang hak tanpa keterikatan afiliasi resmi.

Bagikan via WhatsApp Kirim koreksi

Umpan balik

Apakah panduan ini membantu memahami implementasi & workflow PACS?

Solusi Radiologi Digital • Imagestro-PACS

Kirim Data Radiologi ke SATUSEHAT Tanpa Beban Setup Mandiri

Hubungkan alur radiologi faskes Anda—mulai dari worklist modalitas, accession number otomatis, web DICOM viewer, hingga sinkronisasi SATUSEHAT. Tersedia Free Tier untuk klinik dan rumah sakit.